Tentang Pangandaran
Kenali lebih dekat pesona wisata di ujung selatan Jawa Barat
Sejarah Pangandaran
Pangandaran adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat. Nama Pangandaran berasal dari kata "Pang" yang berarti tempat dan "andaran" yang berarti hutan. Daerah ini telah dikenal sejak zaman kerajaan sebagai tempat yang indah dan strategis.
Pada masa penjajahan Belanda, Pangandaran sudah menjadi tujuan wisata favorit. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peninggalan bersejarah seperti Goa Jepang di Cagar Alam Pananjung yang menjadi saksi bisu perjuangan kemerdekaan.
Setelah kemerdekaan, Pangandaran berkembang pesat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat. Keindahan alamnya yang memukau, pantai yang eksotis, dan budaya lokal yang kaya menjadikan Pangandaran sebagai surga wisata yang wajib dikunjungi.
Geografi & Iklim
Pangandaran terletak di pesisir selatan Pulau Jawa dengan posisi geografis yang unik. Kota ini memiliki dua sisi pantai - Pantai Barat yang tenang dan Pantai Timur yang berombak - yang dipisahkan oleh Cagar Alam Pananjung.
Dengan luas wilayah sekitar 68 km² dan ketinggian 0-200 mdpl, Pangandaran memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata 27-32°C. Musim hujan berlangsung dari November hingga Maret, sementara musim kemarau dari April hingga Oktober.
Kondisi geografis ini menciptakan ekosistem yang beragam, mulai dari pantai berpasir putih, hutan tropis, ngarai sungai, hingga formasi batu karang yang menakjubkan.
Budaya & Tradisi
Masyarakat Pangandaran mayoritas adalah suku Sunda dengan budaya dan tradisi yang masih dijaga hingga kini. Keramahan penduduk lokal menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Berbagai upacara adat dan ritual masih dijalankan, seperti Nadran (upacara laut), Hajat Laut, dan berbagai festival budaya yang rutin diselenggarakan. Seni tradisional seperti wayang golek, jaipongan, dan musik calung masih lestari.
Kuliner khas Pangandaran juga menjadi bagian penting dari budaya lokal, dengan seafood segar dan masakan tradisional Sunda yang menggugah selera.
Fakta Singkat
Statistik Wisata
Waktu Terbaik Berkunjung
April - Oktober
Musim kemarau, cuaca cerah sempurna untuk pantai
November - Maret
Musim hujan, air terjun dan sungai lebih indah